Sabtu, 25 Mei 2024

Untukmu Kawan: Siapakah Kita

Kuasa Allah, Pemilik 99 Nama, meliputi langit, bumi, dan apa yang ada di antaranya


Hai, Kawan

Apakabar? Semoga semua baik-baik saja.

Kami baru saja berduka. Kehilangan. Seseorang yang berharga telah menghadap keharibaan Allah SWT. 

Kami tahu, qada dan qadar NYA tidak pernah salah, walau duka masih pekat

Kutulis surat ini, sebagai pengingat.

Barangkali, tiap jiwa enggan merapat.

Pada baris-baris shaf yang menunaikan sholat.

Semoga menjadi manfaat, bagi hati yang kerap kali durhaka, kerap salah bersifat.


Iya, kita tempat salah, kaki tangan, lisan, mata telinga.

Hatipun tak luput dari merasa jumawa.

Padahal tiada kuasa terhadap satupun perkara.

Napas pun bukan kita pemiliknya.

Denyut jantung dikendalikan oleh NYA.

Siapa kita kawan? Hanya musafir, pengelana, di dunia fana.


Ingatkah kawan? Pada lisan yang menyakiti.

Caci maki, bentakan menyayat hati.

Jumawa telah membutakan perilaku diri.

Agaknya kita lupa, Rasulullah SAW pernah menyuapi.

Tunanetra tua yang membenci dan mencaci.

Siapa kita kawan? Hanya mampir sembari membekali diri (AKT, 2024)




Jumat, 28 Oktober 2022

Sumpah Pemuda versi 2022

Waktu berjalan sangat cepat.

Saat menulis, saya sudah berada di usia 28 menuju 29 tahun. Sungguh tidak menyangka diberi usia sampai saat ini, alhamdulillah’ala kullihaal

Tema Sumpah Pemuda dalam tulisan ini adalah transformasi. Belakangan, kata “Transformasi” seolah magnet buat saya karena di tempat kerja saya (Alhamdulillah, entah doa apa yg diucapkan orang tua saya, saya bisa bekerja-semoga semuanya baik baik saja), karena ada 7 pilar transformasi yg sedang digalakkan. Tentang transformasi, ceritanya transformasi yg dimaksud agar sistem yg sudah ada menjadi lebuh baik,lebih kuat, tahan banting dr semua kemungkinan masalah yg terjadi - setidaknya itu yg saya pahami. Tapi ada satu yg membuat saya selalu kepikiran adalah sampai mana dia akan berimbas? Masih teka teki.

Transformasi, selain magnet juga menjadi momok - kadang - bagi saya. Yang saya paham transformasi itu cepat, seperti kata revolusi vs evolusi. Apapun yg masuk dalam rencana transformasi itu, dia seperti tertarik pusaran perubahan yg cepat, tidak terhindar dan mungkin menyakitkan (yah sepertinya kerja keras mmg butuh pengorbanan ya). Jadi buat saya transformasi seperti pisau bermata dua. Walaupun tujuannya ada adalah demi kebaikan, dampak kurang baik juga pasti ada. Tapi semoga lebih banyak kebaikannya daripada kurang baiknya. Aamiin ya Rabb al alaamiin

Sumpah pemuda versi 2022 ini, saya berharap bisa menjadi salah satu media “transformasi”khususnya bagi saya. Menilik perjalanan hidup selama hampir 29 tahun ini, dari seorang siswi SMP, mahasiswa profesi, sampai bekerja,  dari timeline melewati Sumpah Pemuda Versi 2008-2018 dan sekarang 2022. Satu pepatah yg saya ingat “Semoga lelahnya karena Lillah”, karena seberat, sebaik, sejauh apapun perbuatan kita bila bukan Lillah maka sia sia.

Dari ujung utara Depok - perbatasan Jakarta Selatan

Dari Bumi yg dulu selalu saya tolak dalam doa, akhirnya tetap di sini juga


AKT - 5571

Sabtu, 11 Januari 2020

Sebuah Pengingat


Sebuah Pengingat: Sebuah Cerita

Ini hari kesebelas di Tahun 2020. Aku berpikir kalau sebelas hari ini akan terasa biasa saja, maksudku mungkin terlewati seperti biasa. Aku bangun, berangkat, pulang, tidur, dan begitu sampai bosan sedangkan harusnya aku harus selalu bersyukur.  
Tampaknya aku salah.  Ini semua berawal dari sebuah curhatan yang tidak sengaja, mengalir seperti sebuah cerita. Cerita pendek penuh inspirasi dan juga kesedihan. Yah nanti kamu akan tahu apa itu.
“ Bodoh.”
“ Oh, dia dulu pernah ngunekke anakku dengan sebutan bodoh.”
Deretan kata-kata itu membuat bulu kudukku hampir berdiri kalau saja aku tidak meredamnya dengan berpikir serius.  Barusan, seorang temanku bercerita, tentang  memori 14 tahun silam.  Aku? Tentu saja aku lupa.  Benar-benar lupa.  Sampai aku sendiri tidak percaya mulut ini sebegitu kejamnya. Pernah ngunekke seseorang dengan sebutan bodoh. Lebih parahnya, orang tua dari anak laki-laki tersebut mengingatnya. Bahkan masih mengungkit sebagai petanda bahwa dirinya belum ikhlas anak laki-lakinya diperlakukan seperti itu. 
Aku hanya berharap bisa bertemu dengan orang tua tersebut dan meminta maaf atas sikapku dulu saat masih kelas 6 SD. Aku tidak mau mati membawa dosa karena sakit hati orang lain ataupun hidup dengan kebencian akibat perbuatanku.

Aku tidak perlu mendramatisir lagi kalau aku sangat menyesal. Tulisan ini hanya untuk mengingatkanku kalau mulut itu memang harus dididik paling awal dari anggota badan manapun. 
Pendidikan manusia:  Mulut adalah pertama dan semuanya akan mengikuti.

Ada satu lagi cerita tentang bahayanya perkataan yang tidak dilengkapi sistem detoksifikasi, sistem penyaringan-secara kiasan tentunya.
Cerita tentang kenyataan yang hadir setelah seorang manusia menampik bahwa dirinya tidak akan mengalaminya.


Kamis, 15 November 2018

Sumpah Pemuda atau Pemuda di Sumpah? Bagian 2

bismillahirrahmanirrahiim
28 Oktober 2018
Pernahkah tiba-tiba tersenyumsambil mengingatbersyukurdan tak henti-hentinya mengucapkan kalimat tahmid ketika mengingat bahwa kedua  kali menulis judul  yang samausiamu bertambah 10 tahun? Ya aku merasakannya.  28 Oktober ini….
Duluaku sangat bersemangat menulis ‘curhat’ tentang Sumpah Pemudamengeluarkan semua uneg-uneg yang terpendam dan entah bagaimana caranya hanya bisa disampaikan lewat tulisan. Waktu itusangat menyenangkan bisa menyampaikan pendapat walaupun aku tahu kemungkinan kecil tidak ada yang membaca kecuali diriku sendiri. Tapi baiklah. Ini adalah sebuah tempat dimana dirimu bisa menjadi seseorangyang sesungguhnya di luar dunia yang ‘real’ kamu hadapibegitu juga denganku.
Hari iniaku ingin sedikit bertanya pada duniakhususnya Indonesia. Apakah esensi pemuda bagi Indonesia? Bagikupemuda Indonesia adalah harta pusaka Indonesia. Mereka yang sedari bayi-hayat-dikandung-badanbertanah air Indonesia. Sejak tumbuh kembangnya diasuh oleh negeri tercinta Indonesia. Selama usia balita mengikuti kegiatan Posyandu Balita yang diadakan oleh puskesmas setempat. Yang sejak usia prasekolah sudah mengikuti PAUD atau yang setaranyaYang memasuki masa seragam putih-merahputih-biruputih-abumengikuti kurikulum pendidikan yang dirumuskan petinggi-petinggi pendidikan Indonesia. Jadilahpemuda Indonesia. Ah..aku lupaSejatinya pemuda bukanlah hanya sampai di situ. Sampai badan dikandung tanahkitalah pemuda itu. Tidak ada batasan siapakah pemuda itu. Siapapunasal orang Indonesia, dialahpemuda Indonesia, terlepas usai telah memakan dirinya.
Yang membuatku sedih adalahkita mengaku berbahasa satu-Bahasa Indonesia, berbangsa satu-Bangsa Indonesia, bertanah air satu-Tanah Air Indonesia, tapi perilaku kita sama-sama menghancurkanpernyataan itu.  Banyak sekali kehancuran-kehancuran di depan mata untuk bangsa iniPertikaianfitnahpolitik yang culas (walaupun aku sendiri tidak tahupolitik yang tidak culas adakah?), dan masih banyakmasalah lain. Yang paling menyedihkan adalah praktik korupsi. Bukan. Bukan hanya korupsi melainkan juga kolusi1 dan nepotisme2.  Tidak perlu disebutkan satu-satu contoh nyata setiap harinya.  Mulai dari masasekolah, di masyarakatdan tentu saja dunia kerja.  Aku sering berpikirbagaimana mungkin lembaga pemerintah yang bertugas untuk memberantas korupsi akan sanggup untuk menangani ini semuaBayangkan sajabahkan anak sekolah sudah belajar untuk mengambil yang bukan miliknya (bacamencontek). Ini adalah salah satu contoh yang paling sering kita tahu. Logikanyaketika seseorang belajar sudah sepantasnya dia bisamenjawab soal. Dan begitu juga sebaliknya. Yang terjadi adalah, orang-orang yang malas belajar seenaknya mencontek temannya yang belajar.
Aku bukan orang yang pintar bin cerdas, yang bisa mengusai materi-materi dan nilainya selalu bagus ketika di bangku sekolah apalagi di bangku kuliah.(seriusaku bukan orang pintartapi beruntungTapiapakah sama saja perjuangan orang yang sudah belajar vs orang yang malasBukankah yang mencontek mengambil sesuatu yang bukan haknya? Parahnya lagikadang yang kita temui di lapangan adalah kata-kata “Itu mah sudah biasa”. Aku jadi berpikirapakah mencuri juga biasa? Kembali ke pertanyaan awalapakah esensi pemuda bagi Indonesia? Apa tidak seharusnya pemuda yang di sumpah?
Bukankah sesuatu yang besar itu diawali dari yang kecil?
Catatan kaki:
1.                              Menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud  tidak terpujipersekongkolan.
2.                             Menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) nepotisme adalah 1. perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat.2.kecenderungan untuk mengutamakan(menguntungkansanak saudara sendiriterutama dalam jabatanpangkat di lingkungan pemerintah.

Nasihat Seorang Sahabat

Bismillahirrahmanirrahiim
21 Oktober 2018
Kataorang, masalah akan membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Kalimat itu selalu terngiang di pikiranku dari jaman masih menggunakan seragam putih merah, sampai sudah tidak punya tempat formal untuk belajar (baca:lulus).
Kemarinseharusnya aku bisa ikut menghadiri pemakaman ibunda dari seorang sahabat yang sama-sama berjuang dalam kerasnya kehidupan. Sayangaku belum kembali dari Klatensehingga aku harus menunda nya sampai hari ini.
Aku melihat ketabahan dari diri temankusama seperti ketabahan yang pernah kulihat pada seorang  teman masa SD. Mengapa mereka bisa setabah ituBukankah kemungkinan besar mereka akan menangisTapilihatlah mereka.  Tidak ada yang menangis.  Walaupun aku yakin hatinya pasti terisi-iris seperti disayat sembilu.
Nasihat yang aku masih ingat dari sahabatku itu adalah“ Amketika kamu ketakukan karena mengira bahwa kamu akan berat melakukan sesuatupercayalah orang lain pun juga merasakan hal yang samaTapi, yang membedakan masing-masing orang adalah bagaimana cara mereka menanggapinya. Beda menanggapinyabeda juga menghadapinyaKamu tidak perlu takut.”
Nasihat itu bukanlah penutup dari cerita kali ini.  Ada banyak bebankesedihanterlihat di matanya.  Tapiaku tidak bisa menemukan keraguan dalam sikapnya.  Begitu pula dari cara bicaranya.  Kesimpulannyaaku harus belajar mengendalikan diriketakukandan mencontoh diasahabatku yang sangat strong ini. 
Woman who always stands by herselfitu julukanyang pantas untuk dia.
diambil dari Buku 365 Mindset Berbisnis dan Berwirausaha oleh Luthfi Subagio
pesannya padaku pada lain kesempatan, ''Kalau bisa memperbaiki kekurangan yang kamu miliki silakan. Bila tidak mampu, cukup menjadi diri sendiri dan terus melakukan yang baik-baik serta yang terbaik."
Sudahkah anda mendukung sahabat anda untuk jadi lebih baik?:)