Sudah sepuluh jam
terlewati sejak adzan subuh pagi tadi dikumandangkan. Terlalu cepat berlalu. Tidak seperti beberapa
tahun yang lalu, yang setiap jamnya begitu lambat merayap. Terbayang pengalaman saat dulu mengikuti shalat tarawih di masjid dekat rumah. Saat itu, sepuluh tahun lalu, setiap ayat yang dibacakan sang Imam membuatku hanyut hingga mengantuk. Ya, itu dulu. Beberapa tahun yang lalu. Fenomena ini, tentu saja hampir semua orang sudah menduga hal tersebut ada hubungannya dengan akhir jaman yang semakin dekat. Apakah aku memikirkan ini? Tentu saja. Tapi ada hal lain yang lebih penting dari
‘sekedar’ memikirkan akhir jaman. Ini
tentang hati. Ssstt... tentang hati.
***
Sesi yang kelima ini
memang cukup menarik dibanding empat sesi sebelumnya. Semua peserta tampak antusias mengikuti
materi yang diberikan pakar kesehatan tersebut.
Ada yang mengangguk-angguk tanda setuju, ada yang tersenyum penuh arti,
ada yang tetap berusaha membuka mata walau kantuk menyerang, ada yang
tampak lesu namun tetap memerhatikan materi.
Bukankah itu wajar? Sekarang pukul 13.15 yang pada umumnya tubuh membutuhkan waktu untuk rileks sejenak terutama di Bulan Ramadhan.
Semua orang beraktivitas dan di saat yang sama tubuh harus
menyeimbangkan asupan sel tubuh yang disuplai di pagi buta, lalu baru akan
disuplai lagi saat petang. Logika yang
biasa dipikirkan adalah wajar bila tubuh lelah, lunglai, dan lemas. Semua orang akan memaklumi itu. Tetapi kata logika tidak
bisa berhenti di situ. Tidak.
lalu apa hubungannya dengan hati?
Bersambung...